Senin, 01 Desember 2014

dan kini kaupun menyatakan rasa.........

bismillahirahmanirrohiim...

kamis lalu lagi-lagi abang Gavan memberi warna dalam hatiku. saat jam membaca di mana anak-anak mengantri untuk mendapatkan giliran,  Gavan berdiri dan meninggalkan barisannya. sesuai kesepakatan kelas kami,ini artinya teman yang mengantri di belakang Gavan bisa maju menggantikan posisi Gavan yang sedang mencuri waktu untuk bermain. Tetiba sebuah kegaduhan terjadi. Gavan menangis, ia tak mau posisinya "diselak" . tangisan Gavan membuat teman-teman malah senang meledek Gavan. ku dekati ia, ku peluk tubuhnya yang meronta marah dan kesal, ku ingatkan kembali tentang kesepakatan kelas kami.  ku coba regulasi emosinya (ketika marah dan kesal Gavan tak bisa menyampaikan rasanya secara verbal, dan  ia memilih untuk memukul teman atau merusak barang_barang di sekitarnya). hampir saja tangan gemuknya memukul teman yang mengambil posisi Gavan. ku kencangkan pelukanku padanya. kusampaikan bahwa ia boleh marah, ia boleh kesal tapi tidak pukul teman, tidak lukai teman, tidak banting2 dan rusak barang. ku minta padanya untuk mengeluarkan apa yang ia rasa. ku minta padanya tuk sampaikan amarah dan kekesalannya.

"Aku marah, aku kesal sama kamu... selama ini aku diam saja kalo kamu ejek aku. sekaranng aku tidak akan diam, aku marah sama kamu, aku kesal sama kamu. jangan pernah kamu ulangi lagi" ucap Gavan sembari melepaskan pelukanku dan menatap wajah sang teman. ternyata kekesalan dan kemarahan yang selama ini terpendam dan terbendung. pecah. Gavan marah, Gavan sampaikan semua rasa yang selama ini ia tahan. 
Gavan menarik nafas sangat dalam, ku rasakan hatinya bergemuruh. ternyata ada luka yang begitu sembilu dirasakannya selama ini. namun, kejadian berikutnya lebih membuatku terpana. di tatapnya sang teman, lalu Gavanpun tersenyum. "kamu tidak boleh katain aku dan nyelak aku lagi ya, kitakan teman." ucapnya diiringi senyum khasnya. aku lega Gavan bisa meluapkan rasanya. aku lega Gavan tak lagi menyalurkan rasanya pada hal yang keliru. dulu Gavan hanya bisa diam pasrah atau menangis meraung bila ada yang mengganggunya. dulu Gavan tak berani ungkapkan apa yang dirasanya. dulu Gavan... ah, sudahlah bang... biarkan itu jadi masa lalumu, dan kini abang  Gavanku telah berubah. Gavan tak lagi takut mengekspresikan rasa, Gavan tak lagi sungkan mengajukan keinginan. dan.... satu pelajaran berharga baru saja Gavan berikan padaku siang itu, Gavan begitu cepat memaafkan teman yang selama ini mengganggunya, bukan hanya itu, Gavan sudah bisa tersenyum hanya dalam seperrsekian menit dari kemarahannya yang meledak. darimu ku tahu, memaafkan tak perlu waktu lama dan ditunda, pun terhadap luka yang terpendam lama.

Jum'at ini di kelas ku ada story telling oleh orang tua Gavan. selepas kegiatan story telling kusempatkan ngobrol dengan beliau mengenai kondisi anaknya, Gavan si bocah kelas 2 SD nan lucu dengan tubuh gembulnya yang membuat siapapun orang yang memadangnya ingin memeluk Gavan erat-erat. menurut bu Sri, Gavan sekarang sudah banyak berubah. Gavan sudah bisa cerita tentang sekolahnya, tentang pelajarannya, tentang teman-temannya atau tentang diriku. oh Gavanku... aku terkagum mendengar cerita ibumu.

ku rasakan perubahanmu, Bang. Gavanku kini tak  sering menangis lagi ketika ditinggal teman-temannya, Gavan yang tak terlalu panik lagi ketika belum selesai mengerjakan tugasnya, Gavan yang kini belajar bertahan membela diri ketika "diisengi" oleh teman-temannya, Gavan yang tak meraung-raung ketika makan siang atau snacknya tertinggal, Gavan yang sudah mau bermain dan berbagi dengan teman-temannya, Gavan yang sudah PD menggambar. 

Gavan..... mendengar cerita ibumu, seperti ku mendapatkan segelas es kelapa muda di tengah padang gersang.  semoga dirimmu semakin nyaman dengan sekolahmu kini nak, semoga kau bisa mengekspresikan diri tanpa merasa takut dan panik, semoga kau semakin nyaman bermain dengan teman-temanmu, semoga kau semakin percaya diri dengan kemampuanmu, semoga kau bisa lebih baik dari hari-hari lalumu. Gavanku, ku percaya, sangat percaya bahwa kau mampu dan kau bisa. semoga aku bisa menyaksikan kesuksesanmu, bang.... 


Minggu, 26 Oktober 2014

Berkibarlah bendera sekolahku

Bismillahirrohmanirrohiim


Satu lagi kisah yang berkesan dari kegiatan “outbound training for  trainer” selain alcatraz, yaitu Excellent Flag. Awal training kami dibagi menjadi 2 kelompok besar, lalu dari dua kelompok tersebut masing-masing dipecah menjadi  2 kelompok kecil lagi. Total ada 4 kelompok kecil. Ada kegiatan-kegiatan yang harus kami lakukan. Adakalanya kegiatan tersebut dilakukan antar 4 kelompok secara ber kompetisi, atau 2 kelompok juga secara berkompetisi, atau kami bersatu menjadi satu kelompok besar. Namun para fasilitator dan observer ga ngasih tau kapankah kami bersatu dan kapan kami berkompetisi antar kelompok. Kejeliaan dibutuhkan di sini.


Pada sabtu malam fasilitator mengumumkan kelompok siapakah yang memenangkan kompetisi, dan pemenangnya mendapat sebuah amplop cokelat berisi kegiatan selanjutnya. Begitu pula kelompok yang lain, menerima amplop cokelat berisi kegiatan. Yang membedakan adalah properti yang diterima masing-masing kelompok untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Setelah aku dan tim membaca surat dalam amplop tersebut, ternyata kami diminta untuk membuat tiang bendera setinggi 8,4 m yang bisa dikerek *bahasa Indonesianya apa ya dikerke,  beserta bendera sekolah dari bahan dan properti yang sudah disiapkan. Seluruh peserta menafsirkan bahwa masing-masing kelompok akan membuat bendera dan tiangnya, jadi ada kompetisi di sini.


Kami melihat bahan apa saja yang kami terima untuk melaksanakan kegiatan tersebut, beberapa tongkat rotan, tali tambang pramuka, 3 buah gunting, 2 gulung benang jahit, 2 lembar kain flanel hijau dan orange dan karton besar. Segera aku membagi tugas, para bapak guru membuat tiang dan ibu guru membuat bendera.  Ketika kami sedang mendiskusikan pembagian tugas membuat bendera, tiba-tiba peserta dari kelompok lain mengajak kami barter karena ternyata bahan-bahan yang kami terima tidak cukup untuk menyelesaikan tugas. Kain bendera dipotong bagi dua, flanel dibagi dan semua dibagi. Kami sepakat untuk bekerja sama membuat 2 bendera. Di luar ruangan para bapak gurupun tampaknya berbagi bahan juga.


Setelah bendea dipotong, pola dibuat, tiba-tiba salah satu peserta ada yang berkata bahwa  bendera yang dibuat hanya satu, karen ternyata tiang rotan tidak cukup untuk membuat 2 tiang. Jadilah aku bersama bu Neni dari SAI Sukabumi menjahit kembali bendera yang telah dipotong jadi 2. Polapun diubah mengikuti ukuran bendera. Di luar bapak-bapak menyambung-nyambung rotan agar tingginya mencapai 8,4m. Dan semua selesai jam 9 malam. Tinggal mendirikan tiang dan mengerek bendera.


Ternyata mendirikan setinggi 8,4 m yang terbuat dari sambungan rotan itu sangat ga mudah. Berbagai cara udah dilakukan, bahkan hingga memannjat tower. Ternyata gagal. Kami terus berfikir caranya. Akhirnya Pak Wahyu (kepsek SAI Studio Alam) sebagai observer memberi kami solusi. Solusi dicoba, dan...oh... belum bisa juga ternyata. Kami terus mencoba dan pada kali yang kesekian akhirnya berhasil. Tiang berdiri tegak. Langkah selanjutnya adalah mengerek bendera.
Bendera siap dikerek, dan.. ow..ow... tali tidak bisa dikerek. Artinya tiang yang susah payah didirikan h arus dirobohkan lagi. Setelah diperbaiki, tiang kembali didirikan, tapi ternyata gagal dan gagal, sementara waktu sudah menunjukkan jam 12, tengah malam. Panitia meminta kami menyudahi saja dan melanjutkan besok pagi.


Ahad pagi setelah morning sport kami mendirikan lagi. Kambali gagal, gagal dan gagal. Dan akhirnya pecobaan yang ke sekian kami berhasil. Penggerek[un berfungsi.aku deg-degan melihat tiang yang melengkung, khawatir jatuh.  Bendera siap dikerek.  Benderapun melewati setengah tiang. Agak sedikit lega. Tapi... tunggu, tiba-tiba gagang cangkir yang kami gunakan sebagai pengganti katrol patah. Bendera telepas dan jatuh ke tanah. Owh my God..... semua sontak kaget, tujuan yang hampir teraih tiba-tiba kembali gagal, padahal tinggal dikit lagi.


Pak Roni sang leader bertanya, apakah kita mau menurunkan tiang dan menyerah atau memperbaiki dan mengganti katrol dengan barang lain. Kami sepakat memilih opsi kedua. Tiang kembali dirobohkan. Detelah diperbaiki dan diganti katrol dengan carabiner, tiang kembali didirikan. Dan... seperti sebelumnya, gagal. Tapi belum ada rasa menyerah dari kami untuk mencoba.


Alhamdulillah setelah percobaan ke-15, setelah 6 jam mencoba tiang berdiri, bendera berhasil berkibar. tiang tegak berdiri, spontan takbir bergema, syukur terucap, dan wajah-wajah lelah itu telihat puas dan berseri. kami mengelilingi tianng, dan ternyata jika dipandang dari sisi yang berbeda, tiang tampak bengkok tak tegak berdiri. namun kami sepakat tidak menurunkanya kembali.


Berkibarlah bendera sekolahku
Berkibarlah di langit nusantara
Berkibarlah SAI
Berkibarlah sebagai kontribusi membangun generasi Rabbani



hormat bendera mengikuti arah tiang










Ada apa dengan Alcatraz

Bismillahirrohmanirrohiim

Sabtu-ahad  tgl 25-26 oktober ini SAI pusat mengadakan outbound training for tentor dimana pesertanya adalah  beberapa rekan guru SAI dari pusat dan cabang, dan aku salah satu diantaranya. Agenda yang banyak sementara waktu yang ada terbatas, jadilah dua hari itu kami padat dengan kegiatan low dan high impact, ada dua kegiatan yang sangat berkesan bagiku, yaitu Alcatraz dan Excellent Flag.

Aku cerita tentang alcatraz dulu yak. Yups.... seperti namanya yang kita tahu, Alcatraz merupakan nama penjara terkenal di negeri Paman Sam. Cara mainnya yaitu peserta seolah olah menjadi napi yang mau meloloskan diri dari penjara. Penjara dibuat dengan menghubungkan  tali dengan tali hingga menjadi sebuah segi empat, lalu segi empat tersebut digabung menjadi sebuah segi empat besar yang  berukuran 5 x 8 segi empat kecil (ga bingung maksudnya kan?).nah, segi empat itu dibatasi oleh 2 tembok besar di sisi kanan dan kirinya. Tugas peserta adalah satu per satu masuk ke dalam penjara tersebut lalu meloloskan diri, rintangannya adalah ada bom tersembunyi dari salah satu segi empat kecil. Kalo bom itu diinjak, maka peserta gagal dan kembali bergabung dengan timnya dan menginformasikan dimanakah letak bom itu berada. Jika peserta berhasil lolos dari jebakan dan melewati tembok, maka ia sukses dan tidak boleh memberi tahu timnya, hanya boleh menunggu timnya di balik tembok besar di sisi yang lain. Tapi jika salah satu dari timnya ada yang gagal, maka peserta yang berhasil harus kembali ke timnya dan menyusun strategi kembali untuk meloloskan diri. Kegiatannya dilakukan berulang hingga semua peserta dalam tim tersebut berhasil lolos. Peserta hanya boleh melangkah ke depan, ke belakang, samping kanan dan samping kiri. Ga boleh serong or menyimpang. Tim dinyatakan menang bila seluruh anggota tim berhasil keluar dari penjara.

Banyak value yang bisa ku ambil dari games ini saat refleksi, ku coba merincinya dan menghubungkan dengan realita dan kehidupan nyata, ternyata begitu mengena. Value yang bisa aku ambil yaitu:

1.       Try and eror

Berani mencoba, meski gagal ga masalah. Kata orang bijak kegagalan itu 50 % nya dari kesuksessan. Nah, dari gagal ini maka akan berusaha untuk mencoba terus sampai sukses. Belajar dari kesalahan untuk mencapai tujuan

2.       Yakin dan percaya baik pada diri sendiri maupun anggota tim.

Kek teori-teori yang ngebahas tentang manusia yang menyatakan manusia itu mahluk individu sekaligus sosial. Secara individu, kita punya ciri khas, karakter dan kapasitas yang berbeda dari orang lain, maka kita perlu rasa percaya pada diri sendiri untuk bisa meng-upgrade diri. Kita butuh menanamkan rasa percaya kalo kita juga bisa mencapai tujuan yang kita buat.
Sedangkan sebagai mahluk social, manusia ga bisa hidup sendiri. Dia butuh pengakuan dari orang lain kalau dia bisa mencapai tujuannya. Dan bersinergi dengan itu, manusia juga harus menumbuhkan rasa percaya pada orang lain –tim, teman, saudara- bahwa rekannya bisa bekerja sama mencapai tujuan.

3.       Merekam, mengumpulkan dan menguji data

Semua informasi yang kita temui dalam hidup, ada baiknya direkam. Boleh dicatat, divideokan, difoto or metode lainnya yang memudahkan kita untuk mendokumentasikan data-data tersebut. Data-data ini bisa kita pakai sebagai pedoman demi hidup yang lebih baik or mencapai tujuan hidup kita. Yang perlu digaris bawahi adalah, ga semua data-data tersebut valid dan bisa kita jadikan pedoman. Nah, di sinilah perlunya menguji data. Kalo emang data-data itu relevan, maka kita pakai. Kalo ga relevan, ya segera cari dan perbarui data. *Ngomongin data, jadi inget skripsi gw yang duduk manis dan dah lama ga gw sentuh, hadeuh.... (abaikan kalimat terakhir, tapi tolong doain yak, biar skripsi gw kelar dengan hasil terbaik, aamiin)

4.       Menyusun rencana dan strategi
Apapun kegiatan kita, apapun tujuan kita, menurutku rencana dan strategi itu mutlak perlu, Supaya hidup menjadi terarah, terukur dan terjaga. Kita akan lebih mudah mengevaluasi dan memperbaiki sesuatu kalo ada tuntunannya, nah... bisa jadi rencana dan stretegi adalah tuntunan kita dalam melangkah (tapi tetep yak, tuntunan dan pedoman utama itu Qur’an dan sunnah).

5.       Persamaan persepsi

Biasanya ini berlaku kalo kita bekerja dalam tim or rumah tangga *hayah... kek nyang udah ngerasain berumah tangga aja gw*.  Persamaan persepsi itu butuh beud, coz kl ga gitu kita akan susah mengungkapkan maksud mencapai apa yang kita mau, coz apa yang kita maksud, belum tentu sama dengan yang dipahami orang lain.

6.       Memvisualkan rencana or strategi

Awalnya gw ngawang-ngawang saat nyusun strategi coz hanya diomongin duang. Tapi setelah digambarkan, maka terlihat terang benderang dan jelas, tim pun cepet memahami maksud dan tujuan. So... kita akan lebih mudah melangkah.

7.       Target waktu

Sang Kekasih Allah pernah bilang kalo nikmat yang terlena itu adalah waktu, dan waktu ga akan kembali lagi. Kalo kata Ali bin Abi Thalib, bagi umat muslim waktu itu pedang. So... kalo kita ga berhati-hati maka kita akan terluka. So... semoga kita termasuk orang-orang yang ga terlena oleh waktu, pandai menjaga setiap detik dalam hidup kita agar tetap berada dalam ridhoNYA dan dapat menyelesaikan sesuatu sesuai waktunya, dengan begitu tujuan akan lebih mudah tercapai.

8.      Buat plan A dan plan B dan seterusnya

Rencana cadangan itu perlu ternyata guys, kalo plan A ga berhasil maka kita ga mati gaya, coz masih ada plan B yang kita buat untuk mencapai tujuan hidup kita.

9.       Mengoreksi dan memperbaiki

Ga selamanya rencana dan strategi kita selalu benar. Adakalanya –dan mungkin sering- justru malah salah. Dengan adanya koreksi, kita bisa lebih meminimalisir resiko or masalah. Dengan adanya evaluasi kita akan lebih muda move on dan mencapai tujuan hidup yang kita buat.

10.   Terkadang perlu mundur satu langkah untuk maju beberapa lanngkah

Ga selamanya kita harus melangkah maju. Adakalanya kita perlu berbelok ke kanan atau kekiri –namun ga boleh menyimpang, tetep berada pada jalurnya- or terkadang kita juga harus mundur. Mundur untuk jeda men-charger diri. Mundur selangkah untuk melangkah bahkan berlari 10 langkah.

11.   Berbagi

Mau ga mau berbagi itu perlu, butuh. Kita butuh berbagi, bukan orang lain yang butuh kita bagi. Dengan berbagi kita jadi tau berapa sih kemampuan dan kualitas kita. Dengan berbagi kita jadi tau seberapa besar nikmatNYA yang udah kita dapet. Berbagi juga bisa menumbuhkan rasa saling peduli, sayang dan menumbuhkan ikatan hati.

12.   Mengendalikan ego diri

Bumi mana yang ga kena hujan, manusia mana yang ga punya salah. Ga selamanya pendapat kita benar. Ga selamanya orang harus mengikuti apa yang kita mau. Ga selamanya orang harus mendengar setiap kata yang kita ucapkan. Adakalanya pendapata orang lainlah yang benar. Adakalanya mewujudkan keinginan orang lain memberikan kebahagiaan tersendiri. Adakalanya dengan mendengar kita justru dpat solusi dan nilai lebih.

13.   Saling suport

14.   Berkorban

15.   Menanggung resiko

Hidup adalah sebuah resiko. Kitalah yang memilih mau lari dari resiko or menanggung resiko untuk memperbaiki diri dan mendapatkan yang lebih baik.

16.   Berhati-hati
17.   Evaluasi


Rabu, 08 Oktober 2014

kemanakah aku

bismillahirrohmanirrohiim

'senja di selat Sunda -koleksi foto pribadi-

Dan ketika terjebak dalam retorika yang makin semerawut
kesemuan makin menjangkiti diri
dunia makin indah melenakan
seketika terdengar suara nyaris bagai berbisik
hampir saja tak bisa ku dengar suara jernih itu

dalam syahdu sang bayu, ia bertanya: untuk apakah ini semua kau kejar???

Owh... Palu godam seakan menghantam tempurung kepalaku
'untuk apakah ini semua ku kejar?'
ku coba pandangi aksara, berharap ia membocorkan jawaban untukku, oh... Nihil

ku tatap mega, mungkin ia mau berbagi kalimat padaku... Oh... Hampa
ku tanya kunang-kunang nan berkelip, mungkin dia berikan ide padaku... Oh.... Kosong

dan akhirnya, sang kalbu memberiku sebuah tanya yang makin menusuk rasa, 'kemanakah tujuan hidup dan matimu?'

Minggu, 28 September 2014

belajar dari Hakim


Bismillahirohmanirrhiim


“Bu Rima ini ada titipan dari Hakim” ucap sang bunda ketika bertemu ku di kantor
“apa ini Bund?” tanyaku pada beliau
“ini uang lebarannya Hakim, katanya mau disumbangin buat Palestina, tapi ga tau berapa jumlahnya, Hakim belum hitung.” jawab beliau sembari mengeluarkan sebuah amplop putih

Dialog ku pekan lalu bersama salah satu orang tua siswa. Masya Allah... ada gerimis di hatiku, haru sekaligus malu pada bocah 7 tahun itu. Diusianya yang masih dini kepedulian dan rasa berbaginya begitu besar, bahkan pada saudara seiman nun jauh di sana. Di saat anak-anak seusianya tengah berpikir keras untuk beli mainan yang manakah uang lebaran mereka, atau mengganti tas dengan karakter kartun terbaru atau mencicipi wahana terbaru di tempat wisata. Hal ini tak berlaku pada Hakim yang memilih menyumbangkan semua uang lebarannya untuk Palestina.

Hakim, salah satu guru mungilku yang mengesankan. Darinya aku belajar banyak hal. Hakim yang begitu cerdas hingga hanya butuh waktu 5 menit untuk menyelesaikan soal ulangan matematikanya dan begitu ku koreksi nilai tersempurnapun berhasil diraihnya. Hakim yang bijak sesuai arti namanya. Dengan kemampuan otaknya yang baru 7 tahun Hakim sering memberi solusi bijak atas beberapa hal yang tak sesuai role.

Ada kejadian yang begitu mengesankan di benakku tentang Hakim. Beberapa kali Hakim membawa Al-Qur’an di dalam tasnya. Di saat temannya sedang asik bermain, tanpa merasa terganggu sedikitpun Hakim duduk di luar lingkaran sambil khusyu’ membaca ayat-ayat cinta dari Sang Maha Pecinta. Ketika ia selesai tilawah, ku tanya padanya mengapa ia tak bermain dengan teman-temannya. Dengan yakin dan tegas Hakim menjawab “aku belum tilawah bu Rima, jadi aku harus selesaikan tilawahku dulu, kalo udah selesai baru aku main.” Masya Allah, meski Ramadhan telah usai, meski ayah-bunda tak ada di sekolah, meski permainan teman-teman begitu seru dan menarik perhatian, Hakim tetap konsisten dengan tilawahnya.

Hakim saat tilawah

Hakim adalah Hakim, dengan segala kelebihan dan kecerdasannya Hakim tetap bocah 7 tahun yang terkadang menangis saat benda kesayangannya diambil orang tanpa izin atau ngeluh saat snack atau makan siangnya tak sesuai selera. Tak jarang juga cemberut ketika kalah bermain dan mengeluh ketika waktu main habis atau respon terhadap hal-hal lain yang bisa jadi sepele menurutku tapi begitu berarti bagimu.
Yah..... Hakim adalah Hakim. Bocah 7 tahun yang juga butuh dimengerti, didengar bahkan dipeluk. Makasih ya bang, dah ingetin aku untuk bijak bersikap dan memperlakukan abang sesuai usia.

Betapa beruntungnya aku bisa ada di tengah-tengah kalian, bisa menjadi bagian komunitas ajaib ini. Komunitas manusia yang bertekad untuk menjadi lebih baik danbercita-cita  melahirkan generasi terbaik bagi ummat ini.

Duhai generasi Rabbani, Ingatkan aku terus agar tak dzolim memperlakukan kalian. Agar objektif memposisikan kalian sesuai usia, agar aku tak 'menuntut' kalian menjadi contoh bagi adik2 kalian.doakan aku agar terus berusaha adil dan tak memihak, doakan aku agar bisa membantu mengembangkan dan melejitkan potensi kalian. duhai amanahku.. Bantu aku agar ku dapat mempertanggung jawabkan di hadapan Tuhanku kelak dengan tersenyum


Minggu, 14 September 2014

aku juga bisa marah

aku marah, aku kesal... !!!!!!
akupun manusia yang punya rasa, bukan tembok yang pasrah apa saja yang orang perbuat padanya. sepandai-pandainya ku menahan rasa, tetap saja tak kuasa kusembunyikan luka itu dalam kesenyapan. tak dapat kutahan bulir-bulir jatuh dalam kegelapan. tak sanggup ku sembunyikan ingatan tentang makian yang kau berikan. dalam isak ku kemas amarah, dalam sepi kuregulasi emosi.... semoga ku dapat temukan hikmah dari ini. semoga ku lulus dalam ujian keikhlasan ini. dan.... dengan ini ku semakin menyadari, bahwa ku memang benar-benar lemah tanpa kekuatan-MU. ku semakin menyadari, memang belajara menjadi baik itu berat.

Senin, 14 Juli 2014

Ramadhan kali ini ...

Bismillahirrohmanirrohiim

Ramadhan kali ini sungguh berbeda, belum tentu terulang pada tiap tahunnya. Pemilu presiden lengkap dengan segala onak, duri, caci,maki, fitnah, sanjung, hingga pujian yang melangit bak seorang nabi tertuju pada sang capres pilihan, ooh... lupakah mereka bahwa capres pilihannya hanya manusia biasa yang pasti punya salah, lemah, khilaf dan dosa. atau tak tahukah mereka bahwa capres kubu sebelah bukanlah setan yang layak dicaci maki hingga tak ada celah kebaikan secuilpun darinya?

Lupakah mereka bahwa pengetahuan mereka hanya terbatas, sementara Sang Maha Tahu tak pernah tidur dan tak pernah luput mengawasi gerak-gerik sang capres hingga setitik noktah hitam yang tersembunyipun diketahui NYA. lupakah mereka pada Firman-NYA bahwa yang baik menurut hamba belum tentu baik menurut NYA dan begitu pula sebaliknya. lupakah mereka bahwa IA lah sebaik-baik pembuat makar. lupakah mereka bahwa setiap hamba hanya bisa berencana sementara ketetapan NYA lah yang mutlak terjadi.

Kini pemilu presiden telah usai, dan Ramadhanku kembali dikejutkan dengan sesuatu yang berbeda.tanah suci saksi sejarah isra' Mi'raj kembali terluka, darah kembali membanjiri, deru desing peluru kembali menghiasi diantara lantunan tilawah dan tangisan memilukan. tanah yang telah dibebaskan Umar bin Khatab itu kembali ternista, tanah yang telah direbut Salahudin Al-Ayubi itu kembali terjajah. masjid suci sang kiblat pertama pun terkotori oleh kaum zionis. sementara.... kami di sini masih ribut dengan quick count dan real count. masih sibuk dengan klaim kemenangan sepihak.

Ramadhan pun membawa cerita berbeda di belahan bumi Allah yang  lain. saudara-saudara muslim di Rohingya yang terus terlunta, terusir dari rumahnya sendiri; saudara-saudara di Moro dan Patani yang bertaruh nyawa demi kehormatan agama; saudara-saudara muslim di Suriah yang terancam jiwa, harta dan kehormatannya demi memurnikan akidah; saudara-saudara muslim di Yarmurk yang harus rela mengais sisa-sisa makanan dari tong-tong sampah atau memerah susu anjing demi mengganjal lapar yang tak tertahankan; saudara-saudara muslim di Afrika Selatan yang tak berdaya menghadapi pembantaian umat agama lain; rakyat Mesir yang terbantai oleh pemerintahan dzolim; belum lagi derita para muslim di pelosok nusantara. ah.... bilakah ini berakhir dan kedamaian kan muncul kembali. owh... mengapa tangisan itu masih terdengar lagi, adakah tiada peduli dengan rintihan yang menyayat hati??

Ramadhan-ku, semoga keberkahanmu berimbas pada kami. semoga hadirmu menjadi momentum kami untuk lebih bijak bersikap, cerdas bertindak, ikhlas berbuat. semoga kehadiranmu mampu mengasah sensitivitas kami hingga kepedulian bukan hanya sekedar wacana. semoga kehadiranmu mampu mengoptimalkan kami menjadi hamba yang bertaqwa hingga dosa-dosa terampuni. semoga kehadiranmu mampu menyatukan hati-hati kami yang berjarak, ukhuwah kami yang terkoyak dan sifat husnudzon kami yang tergadai.

Semoga doa-doa yang terlantun pada Ramadhan-ku tak terhijab oleh dosa dan khilafku agar ianya dikabul oleh Sang Maha Pengabul doa. semoga negeriku, negeri kita diizinkan memiliki pemimpin yang takut pada Tuhannya, pemimpin yang selalu merasa diawasi oleh Tuhannya, pemimpin yang mengayomi lagi melayani, pemimpin yang menegakkan syariat-NYA, meninggikan panji-panji Islam yang terhempas, pemimpin yang menjalankan warisan Sang Nabi, pemimpin yang menjaga kedamaian dan ketentraman umat beragama.. semoga Ramadhan kali ini doa-doa kita terkabul agar tak ada lagi pembantaian dan penjajahan di Palestina, suriah, Mesir, Rohingya, Moro, Patani, Yarmurk, Afrika Selatan, dan negeri-negeri islam terjajah lainnya. semoga pada Ramadhan kali ini memberkahi kita dalam kedamaian hidup, ketaqwaan yang lebih baik; kelapangan rizki, keberkahan ilmu, keridhoan atas setiap tindakan;sikap dan perkataan. aamiin


Minggu, 13 Juli 2014

Cantig.... kaulah My princes

Bismillahirrohmanirrohiim...

Menelusuri angin malam
hari-harimu terlewatkan
kau hanya bicara
berteman khayalan
kau tak mendapat jawaban
bukan akhir dari segalanya
bumi masih akan berputar
senyummu masih menawan
cerita cinta masih akan datang
dan... Senyumlah seperti mentari
yang bersinar di awal fajar dan tenggelam di ujung hari
tiada satu pun yang abadi
biarkanlah kenangan itu menghias hatimu
dan ... Senyumlah

My princes, tak peduli apa yang melatarbelakangi keberadaanmu, yang jelas cinta itu telah tumbuh dalam kalbuku. semoga kau tangguh hadapi dunia yang mungkin tak ramah bagimu, semoga kau kuat hadapi kicauan yang terkadang memekakkan telinga, semoga kau tegar menghadapi cercaan yang tentu melukai hati. semoga kau tangguh hadapi zaman yang makin edan.

My princes, tak peduli bagaimana jalanmu tiba di dunia ini, yang jelas tatapanmu menyejukkan relung terdalamku. harapku semoga hadirmu menambahkan ketakwaan kami pada Penciptamu, semoga hadirmu membuat kami semakin cinta dan takut pada Tuhan-mu, semoga hadirmu dapat meringankan hisab orangtuamu, semoga kau tumbuh menjadi solihat nan muslih, semoga engkau hidup selalu dalam jalan Tuhanmu, semoga keberadaanmu menambah panjang deretan para generasi penerus sang Nabi akhir zaman yang berkontribusi real dalam dien ini. semoga hidupmu selalu dalam berkah, ridho dan naungan Sang Maha Rahman, Maha Rahim hingga kebahagiaan dunia akhirat selalu membersamaimu.

My princes meski engkau tak terlahir dari rahimku, meski nasab kita berbeda, tapi darah kita sama. Tuhan kita sama. Nabi kita sama. Qur'an kita sama. dan itu cukup bagiku untuk mencintaimu, menyayangimu, merindukanmu. selamat datang sayang, selamat menjalani hari-harimu yang mungkin lebih berat dari hamba-hamba NYA yanng lain.

peluk cium teruntuk princes bundo... luv u coz Allah nak

Rabu, 09 Juli 2014

dukamu, dukaku, duka kami semua

Bismillahirrohmanirrohiim

Pilu, tersayat hingga ke relung, perih!
Akankah ini hanya sensitivitas semu?
Terbawa situasi yang me-euforia-kan perjuangan tanahmu
Lalu hilang menguap, tersapu hingar bingar fatamorgana

bukankah dukamu sudah sejak lama, bukan baru kemarin sore
lalu mengapa aku terlupa?
Bahkan ceritamu tersimpan rapi di kolong meja, tertumpuk kesenangan semu, tertutup debu keegoisan pribadi

di sini kami berfoya, bersantai ria dan berasyik masyuk
di sana kalian bersimbah darah, tertatih menahan luka lahir batin
berjuang di garis depan demi kehormatan sang masjid suci, agama dan tanah yang diberkahi

di sini kami tengah menikmati musik yang begitu melenakan
sementara kalian di sana ditemani deru tank-tank baja, desingan peliru, tangis yang menyayat, takbir yang membahana serta lantunan Kalam Suci Nya yang menyejukkan

duhai, saudaraku... Bukankah kita ini satu, lalu mengapa hati ini begitu keras merasakan sakit dibagian lain tubuhku?

Duhai saudaraku, sepatutnya bukan kalianlah yang perlu belas kasihan, tapi kamilah yang sangat merugi tak bisa mendapatkan kemuliaan lewat syahid di jalan-NYA

wahai saudaraku, selamat menikmati 'nikmat' lain dari Sang Penguasa semesta
semoga kekuatan kalian dilipatgandakan, persatuan kalian dikokohkan, semangat kalian dikobarkan, niat kalian slalu dijaga hingga kesyahidan menjemput
duhai saudaraku, doakan kami bisa meraskan 'kenikmatan' kalian lewat secuil kontribusi yang sungguh tak berarti apa2 dibanding perjuangan kalian
wahai saudaraku, doakan kami untuk bisa seperti kalian, hingga Allah percayakan nikmat abadi itu pada kami, nikmat berjuang di jalan NYA

saudaraku, dukamu...dukaku, duka kami semua

Allohuman shurnaa ikhwananaa muslimiina fii Filistin, wa fii mishr, wa fii syuriah, wa fii rohingya, wa fii patani, wa fii moro, wa fii yarmruk, wa fii Afrika Selatan, waf ii Indonesia fi kulli makaan wa fi kulli zaman


dari sini


dari sini
dari sini


dari sini


Jumat, 04 Juli 2014

Damailah semesta

Sesak, penat, kacau, hingga meracau
bak kaleng sarden yang terisi padat, sumpek!

Sesaat merindu udara perkebunan di pagi hari, segar!
Atau hembusan lembut sang bayu di tepi danau, sejuk!

Hingar bingar ini begitu memuakkan
maling teriak maling
para pemfitnah teriak fitnah, ironis!
saling tuding, saling tunjuk, yah... Semua benar, puas!
Pun hadirnya bulan mulia tak kuasa jadi penyaring

inikah laku yang katanya kaum terdidik?
apa jangan-jangan kita hanya seonggok daging yang bernama?

#hiruk pikuk juli 2014, damailah negeriku, damailah palestina, damailah suriah, mesir, rohingya, moro, patani, yarmurk... Damailah semesta

Minggu, 29 Juni 2014

cerita jelang Ramadhan

Bismillahirrohmanirrohim...


Hari terakhir di bulan juni yang bertepatan dengan 1 Ramadhan 1435, semoga Ramadhan kali ini menjadi lebih bermakna dan berkah hingga menjadikan kita hamba yang lebih bertaqwa dan berguna, aamiin..

kali ini aku ingin bercerita tentang kisah nyata yang kutemui ku dapati langsung dari sumbernya, semoga bisa memberi pelajaran dan hikmah bagi kita semua.

Tersebutlah sebuah keluarga yang sangat sederhana dan karena kesederhanaannya itu tak jarang keluarga tersebut dicemooh, dihina dan dipandang sebelah mata. namun mereka tak peduli dengan semua itu, fokus pada tujuan  dan masa depan anak-anaknya. 

Berbagai cara halal dilakukan sepasang suami istri tersebut demi mencukupi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak mereka. kepala dijadikan kaki dan kaki dijadikan kepala sembari terus berdoa pada Sang Maha Kaya agar usaha mereka diridoi.

Hari berganti, pekan berubah, bulan bertambah dan tahun pun terus berjalan, ketiga anak mereka tumbuh besar, satu persatu telah menyelesaikan pendidikannya dan menorehkan prestasi. Si sulung telah lulus sarjana dan kini bekerja pada salah satu instansi pemerintahan dengan pangkat yang cukup baik, si tengah lulus dari salah satu universitas negeri dengan predikat kelulusan cumlaude dan bekerja pada sebuah instansi swasta yang bonafit, dan si bungsu tengah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada salah satu universitas negeri.

Bukan main bangganya suami istri tersebut, anak-anak mereka telah mampu mengangkat kehidupan mereka. kini hinaan dan cacian telah berganti dengan decak kagum. tak hanya bagi sepasang suami istri tersebut, ternyata ke tiga anak mereka begitu dibanggakan di keluarga besar dan lingkungan tempat tinggalnya. tak jarang mereka jadi contoh dalam mendidik anak dan anak-anak mereka pun menjadi contoh keteguhan dan kegigihan bagi saudara-saudaranya yang lain. singkat cerita keluarga tersebut dijadikan role model dan contoh keluarga yang berhasil namun tetap bersahaja. 

Sang ayah begitu bangga pada anak-anaknya, tak jarang ia berujar "hanya istri dan anak-anaknya lah kekayaan yang ia miliki, hanya merekalah kebangaannya, hanya untuk merekalah ia hidup". 

Dan sejatinya tak ada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Nya. kalimat tersebut begitu tegas terlihat pada kisah hidup keluarga tersebut. di suatu tahun pada bulan Rajab sebuah kabar buruk menghampiri, bak petir di siang bolong, salah satu putra kebanggaan dan panutan dari suami istri tersebut mengaku telah berbuat dosa besar yang mencoreng nama baik keluarga mereka. sebuah aib telah ditorehnya dan tentu saja sebuah luka pun tersulam di hati kedua orang tuanya.

Sedih, kecewa, merasa bersalah dan berbagai emosi negatif lainnya menyeruak bersamaan. ingin rasanya mereka menyalurkan semua amarahnya, berteriak sekeras-kerasnya, atau meronta sejadi-jadinya. tapi mereka tak lakukan itu. dalam kondisi yang sangat tak mereka inginkan, mereka masih bisa bepikir dan mengendalikan emosinya, mereka fokus pada perbaikan dan langkah ke depan serta solusi apa yang harus mereka ambil. "toh semua itu tak bisa merubah keadaan dan mengembalikannya seperti sebelum terjadi" ucap mereka ketika ku tanya mengapa mereka tak menyalurkan emosinya.

Masya Allah, begitu cemburunya Allah pada hambaNya yang mengesampingkan NYA dan yang berbangga berlebihan terhadap sesama manusia. keluarga itu pun menyadari, bahwa ini adalah teguran atas kekeliruan mereka. selama ini mereka terlalu bangga pada anak-anaknya, selama ini mereka lebih memfokuskan hidupnya demi ketiga anaknya dan menomor duakan tujuan penciptaan mereka di dunia.

Benarlah apa yang Allah katakan dalam surat-surat cinta NYA

Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia “(QS. Al-Kahfi:46)

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar” (QS. Al Anfaal : 28)
Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, merekalah itu yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam jannah). (QS. Saba’: 34-37) 

Dan, sungguh benarlah Sabda Sang Nabi akhir zaman dalam sebuah haditsnya:

Sesungguhnya anak bisa membuat seseorang menjadi bakhil, penakut, jahil dan bersedih.” (HR. Al-Hakim (5284) dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-JaamiĆ¢’(1990))

Duhai.... betapa tipisnya kasih sayang orang tua dengan cemburu Allah. semoga kita tetap istiqomah menomor satukan Allah,  semoga kita tak berlebihan dalam mencintai mahluk dan perhiasan dunia, semoga kita tetap bisa mengontrol diri dari rasa bangga dan membanggakan, karena sejatinya pasangan, anak, harta benda dan semua isi dunia adalah ujian ketaqwaan bagi kita dan akan dimintai pertanggung jawaban di yaumil hisab kelak.

Satu lagi pelajaran hidup yang bisa ku petik dari kisah mereka, sebesar apapun kesedihan, amarah dan kekecewaan, tetaplah kontrol diri, kendalikan emosi dan berpikir jernih. fokus pada solusi bukan hanya berkutat pada kasalahan dan masalah yang terjadi. nasi telah menjadi bubur, pilihan ada pada individu terkait, apakah bubur itu mau dibuang, mau menelan bubur tersebut begitu saja atau menambahkan bahan pelengkap lain agar bubur tersebut menjadi nikmat dan sedap di santap. Begitulah hidup. ketika masalah, kesalahan dan aib menghampiri, pilihan ada pada kita mau melarikan diri dari masalah dan tanggung jawab hingga hancurlah masa depan kita; mau menghadapi saja tanpa ilmu dan arahan dan hidup kitapun begitu-begitu saja. tak ada perubahan berarti atau mau menghadapinya dengan ilmu, arahan dan tuntunan agar ke depan menjadi lebih baik.

mumpung Ramdhan baru menghampiri, semoga kita bisa optimalkan niat, diri, hati dan pikiran untuk mengisinya dengan sebaik-baik ibadah hingga gelar taqwa dari NYA layak kita sandang.


Minggu, 08 Juni 2014

alternatif pesen snack box di Jakarta

Alhamdulillahirobbil 'alamin.....

Baru pertama kalinih saya nulis hamdalah ketika buat postingan di blog #inpohnya  ga penting yak, he..., wokey, kembali ke postingan. saya menulis hamdalah diawal coz tgl 24 april kemaren saya berhasil ngedapetin kiriman sandwich gratis dari Royal Sandwich, yang unik adalah kiriman itu dari teman sesama blogger, Andri Whe. harusnya nih postingan saya buat sebulan lalu, tapi karena leppi lagi ngambek, alhasil harus tertunda dan baru bisa terselesaikan hari ini.

pengen ceerita kronologinya dulu yak. jadi si Andrie tuh pengen keluar dari kebiasaan para blogger yang biasanya cuma share link or GA, nah doi tiba-tiba bikin postingan di efbi nya nyang isinya bagi-bagi sandwich gratis. syaratnya gampang, cuma koment "saya mau, Ndrie" dan inbox alamat. coz penasaran dan pengen ngebuktiin, bener ga nih si Andrie, jangan-jangan hoax -ups, maap...jadi suudzon- komen dan nginbox lah saya sesuai persyaratan. 

hari berganti hari si sandwich ga kunjung datang, beribu tanya menggelora #halah... dan...akhirnya karena aktivitas dan agenda yang overload *jiahh, gaya dikit... saya pun lupa dengan sang sandwich itu. sampai pada suatu siang di tanggal 24 April, tiba-tiba ada seorang pria tak dikenal datang dan mencari seorang wanita bernama Rima, ada apa yak, jangan-jangan saya kepilih jadi Ms. Depok,  haha......ge-er beud guweh #plak. ternyata eh ternyata doi itu petugas ekspedisi. dan, tara.... penantianku terjawab sang sandwich yanng tersimpan dalam kotak kini berada aman dalam jemariku.

box Sandwich: selfie dulu ah sebelum bongkar muat

ku buka dengan antusias, 2 bungkus sandwich dengan rasa berbeda menggoda selera dan merobohkan pertahananku untuk segera menyantapnya. sayangnya kesabaranku harus kembali teruji, coz si sandwich ternyata minta berenang dulu di minyak panas hingga warnanya berubah keemasan. doi pengen tampil cantik sebelum dimakan.

setelah ku izinkan mereka bermandikan minyak dan tampil cantik segera ku sajikan di piring untuk kami santap di senja nan indah ini. asli, rasanya enak beud. saat digigit si sandwich cokelat langsung mengeluarkan lelehan pasta cokelat yang ajib gile...., mantaps. rasanya pas. sandwichnya gurih, cokelatnya kental, manis dan enak #bukan Susu Kental Manis yak.. nah sandwich yang ke dua isinya daging asap. yang ini ga kalah ajib. dagingnya berasa dan pecah dimulut. uenak tenan poko'e. sayangnya coz dah kelamaan buat postingan, saya lupa nama varian tuh dua bungkus sandwich. yang jelas, yang satu isi cokelat pasta, bentuknya jajargenjang dan yang satunya isi daging bentuknya segitiga. 

benar dah, sobat-sobit ga akan kecewa nyobain. ini bisa jadi alternatif pesen snack box di jakarta. bisa untuk milad, hajatan, arisan or everything. insya Allah dijamin puas. buat para pemirsa yang penasaran, silahkan order dari sekarang. bisa onlen ko'ordernya.

wokey deh... berhubung azan Asar dah berkumandang, aye sampe sini dulu dah cuap-cuapnye. biar kamu smua ga penasaran, monggo di order di mari. met nyoba ya... enjoy with your taste

Pemimpin ideal menurutku

bismillahirrohmanirrohiim....


Suasana lagi bertambah panas euy, sejak musim kampanye pilpres. masing-masing pendukung saling berlomba menjual pilihannya lewat berbagai keunggulan dan ga banyak juga yang yang menjatuhkan pihak lain, dan yang parahnya fitnah menjadi hal yang biasa demi mempengaruhi konstituen agar tak memilih sang rival. ehm.... saya tak ingin berkampanye hanya ingin menuliskan pemimpin yang menurut saya ideal dan dibutuhkan.

Pemimpin ideal menurutku ada beberapa kriteria:
  1. taat dan selalu merasa diawasi oleh Allah. dengan demikian ia akan berpikir berulang-ulang kali ketika hendak berbuat, kebaikan atau kedzolimankah tindakannya. dengan murokobatulloh pula pemimpin akan amanah dan menyejahterakan.
  2. pemimpin yang Hafidz Qur'an (membaca, mentadaburi, menghafal dan mengamalkan Al-Qur'an), pemimpin yang seperti ini adalah keluarga Allah di bumi. ini salah satu kriteria Rasululloh dalam memilih pemimpin dari para sahabatnya. beliau memilih sahabat dengan hafalan paling banyak dan paling baik. jika kita ikuti sunnah, insya Allah kebaikanlah yang terjadi
  3. pemimpon yang cerdas lagi bijak.. taat, soleh dan hafidz akan semakin lengkap ditambah dengan kecerdasan dan kebijaksanaan. cerdas dalam berkata, cerdas dalam bersikap, cerdas dalam bertindak, cerdas dalam bersiasat, cerdas dalam menjaga amanah. dengan kecerdasan tersebut akan lahir kebijakan yang mengejawantah dan berpihak pada hukum Tuhan. dengan kecerdasan dan kebijakan pula pemimpin bisa meletakkan kekuasaan pada tangannya, bukan hatinya (kek khalid bin walid yang tetap berperang meski jabatannya dicopot oleh Umar bin Khatab, coz baginya Berjihad adalah untuk Tuhannya Umar, bukan untuk Umar, dgn atau tanpa jabatan ia akan tetap berjihad).
  4. pemimpin yang visioner.. dengan ini seorang pemimpin akan mampu berpikir out of the box, mendobrak kebiasaan atau perilaku buruk yang telah membudaya demi kebaikan, kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. pemimpin visioner juga berani mempertaruhkan jiwa, harta dan nyawanya demi rakyat dan tegaknya kebaikan di bumi, demi mewujudkan rahmatan lil alamin sebagai risalah Sang Nabi. 
Itulah pemimpin yang ideal menurut versiku, pemimpin yang akan melindungi ummat, termasuk ummat agama lain. seperti kepemimpinan era Rasululloh hingga kekhilafahan, semua umat beragama hidup rukun dan damai di bawah naungan Islam, Rahmatan Lil alamin risalah Sang Nabipun tak hanya sekedar kalimat pemanis, namun terwujud dan lestari melalui tindakan konkrit. 

Satu hal yang perlu diingat, pemimpin bukanlah malaikat yang tanpa celah, salah dan khilaf. ianya juga manusia biasa seperti kita, namun seorang pemimpin yang baik adalah seorang manusia yang bisa meminimalisir kesalahan, kekhilafan dan celah yang ia perbuat. atau ia adalah manusia yang diangurahi kadar sensitivitas lebih tinggi, sehingga ketika ia bersalah dan tersalah segera memperbaiki diri dan bertaubat. mungkin saat ini itu belum terlihat dari calon-calon pemimpin kita, sekedar intropeksi diri, mungkin kitalah yang belum pantas dipimpin oleh orang soleh. so... mari pantaskan diri dipimpin oleh orang soleh dengan terlebih dahulu menyolehkan pribadi.

And than.... mari kita memilih dengan bijak, memilih sesuai tuntunan Sang Nabi. mungkin sosok ideal belum kita temui saat ini, namun bukan berarti kita patah arang. mengutip perkataan Umar bin Khatab bahwa orang yang cerdas bukanlah orang yang bisa memilih dan membedakan yang baik diantara yang buruk, namun orang yang cerdas adalah orang yang bisa memilih dan membedakan yang buruk dari yang terburuk. menolak kemudharatan lebih diutamakan dibanding mendatangkan kemanfaatan. mari kita pilih pemimpin yang pro pada agama dan ummat, pemimpin yang mudharatnya lebih sedikit. 
Selamat memilih Indonesia!!!

Sabtu, 31 Mei 2014

aneka warna dibulan Mei

bismillahirohmanirrohiim...

Mei.... bulan dengan urutan ke-5 dalam perhitungan masehi ini memberiku aneka warna, dari yang bahagia hingga yang duka. dibuka dengan dengan kabar bahagia menikahnya sepasang sahabat unguku ditanggal 3, dan kini ku mengerti hikmah lain yang terkandung dalam slogan kita "persahabatan lebih dari sekedar persahabatan". pernikahan berikutnya adalah dari 3 orang rekan kerjaku yang sama-sama memutuskan menghalalkan ikatan dengan pasangannya masing-masing dipekan berikutnya. lalu disambung dengan 2 sahabat unguku yang lain dengan masing-masing pasangannya dan kemudian ditutup oleh lagi-lagi sepasang sahabat ungu yang mengikrarkan janji suci mitsaqon ghalizo diakhir mei, berkah pertemuaan saat kopdarnas Januari 2013 silam. kepada kalian duhai sahabat-sahabatku yang telah menggenapkan Dien, barakallohulakuma wa baraka alaikuma wajama'a bainahumma fii khoir. semoga sakinah, mawaddah, warahmah , tercipta, generasi Rabbani penerus risalah Nabi terlahir dan semoga Allah jaga rumah tangga kalian hingga di syurga. aamiin

kabar baik juga menghampiri sekolahku, dengan bertelurnya bebek-bebek peliharaan kami serta menetasnya  telur-telur ayam menjadi DOC yang lucu lagi menggemaskan. kebahagiaan juga menghampiri ku ketika mendengar ayah dari dua orang siswaku akhirnya dimutasi ke Bekasi, penantian dan doa-doa yang selalu terlantun dari bibir mungil mereka kini terjawab. berkumpul dengan dua orangtua kini bukan lagi jadi impian, tetapi telah nyata terwujud. selamat ya sayang, semoga kalian selalu dijaga dalam keharmonisan yang berbingkai takwa. akhir mei ditutup dengan kabar mengembirakan dengan diterimanya 8 orang alumni Sekolah Alam Indonesia di UI, UGM dan PNJ. selamat ya guys, semoga ilmu kalian berkah dan bermanfaat dan semoga jejak kalian menghadirkan ketauladanan bagi adik-adik kelas kalian di sini.

Sejatinya Tuhan menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan. ada hitam ada putih, ada gelap ada terang, ada laki-laki ada wanita, ada kanan ada kiri, ada suka niscaya ada duka. duka pertama ku terima dengan berpulangnya sahabat Unguku Aisa Julia Maseti  tepat disaat kami sedang berbahagia di walimatul 'Ursy sang Founding father Ruang Ungu. selamat jalan sahabat, selamat bertemu dengan Tuhan yanng maha Rahman dan Rahim. semoga kau bahagia dalam keabadian. sampai bertemu kelak di SyurgaNYA, insya Allah.

Duka terbesar kuterima dipenghujung mei, bertepatan dengan peristiwa bersejarah naiknya Sang Nabi ke Sidratul Muntaha. kabar bagai petir di tengah malam. dini hari kurang lebih sekitar pukul 1 malam aku mendapatkan kabar itu. kabar yang ku yakin tak mau didengar oleh satu orangpun. dan sejak itu, hari-hariku; hari-hari kami berubah. seakan ada ghodam dahsyat yang menghantan hingga ke relung terdalam; remuk; redam; luluh lantah. Rabb, tak ku sangka semua ini terjadi.

Duhai Rabbi penguasa hati, jasad dan fikiran kami... jagalah kesehatan ruhiyah, fikriyah, jasadiyah, maknawi dan emosi kami, agar tak terlarut dalam duka, tak terbenam dalam kecewa, tak tenggelam dalam sedih. jadikan ianya sebagai peningkat penghambaan, peninggi ketakwaan, penambah kedekatan, penaik derajat di hadapan NYA, pelejut potensi dan motivator kita untuk menjadi lebih baik untuk menghadiahkan kebahagiaan dan keceriaan pada sepasang malaikat kita; ayah-bunda tercinta.

Dan... selamat tinggal Mei 2014, ku tahu kau tak kan pernah kembali. terima kasih atas kebersamaan dan berjuta kisah syarat hikmah bersamamu. semoga ke depannya kami lebih baik dan lebih takwa. dan padamu wahai Juni 2014, ku ucapkan selamat datang, kebersamaanmu dengan bulan Suci nan mulia telah lama kami nantikan. semoga kami bisa mengisi bulan mulia itu dengan sebaik-baik takwa, sebaik-baik tingkah. aamiin

Sabtu, 10 Mei 2014

berjumpa sahabat lama

bismillahirohmanirrohiim

sore ini ketika pulang UTS aku melihat sahabatku sejak di SMA dari arah berlawanan tengah melintas dengan skuter maticnya, agak surprise juga bertemu dengannya, coz ku pikir dia telah kembali ke negeri nun jauh di jazirah sana mengikuti jejak sang imam. segera ku putar arah pangeranku dan mengejarnya. jadilah menjelang senja kami ngobrol di pinggir jalan ditemani deru deram kendaraan dan polusi yang makin pekat.

ku tanya bagaimana kabar buah hatinya nan kembar sepasang itu, rinduku berjumpa dengan dua bayi mungil itu. apa kabar mereka, masihkah teringat dengan ammahnya yang baru sekali bertatap muka. ada rasa sejuk ketika ku lihat binar mata sahabatku dikala bercerita tentang keluarganya, tentang bisnisnya tentang pendidikannya. semoga berkah Allah selalu membersamai kalian.

obrolanpun makin ngalor ngidul ngetan ngulon, hingga sampailah sebuah kalimat di telingaku, "tinggal ente nih yang belum menikah, jangan kuliah mulu. tingkatan kita-kita sudah di atas kamu" ucapnya kala itu. ada setitik ngilu ketika gendang telingaku berhasil menghantarkan suara tersebut dan kemudian tertangkap oleh saraf otakku. 

sahabat, apakah dengan menikah sudah pasti tingkatan seseorang di atas orang yang belum menikah?? bisa jadi "iya" ketika pernikahan tersebut membuatnya menjadi hamba yang lebih bertakwa, anak yang semakin berbakti dan manusia yang semakin bermanfaat bagi sesama. namun bisa jadi ketika ilmu tentang pernikahan tak dikuasai dan niat yang melenceng ketika menikah justru menjadikan pernikahan menurunkan tingkatan seorang anak Adam.  

mohon maaf saudaraku, bukan ku iri dengan mu, bukan pula ku bersedih karena aku belum menikah karena ku yakin jodoh itu tak ubahnya maut, akan datang di saat yang telah ditetapkan Sang Pemilik hidup tanpa pandang usia, status, pendidikan, suku dan lainnya. menikah adalah sunah dari Sang Nabi, namun bukan berarti suatu kesalahan atau kehinaan jika jodoh belum menyapa ku, menyapa saudara dan saudari kita yang belum menikah. menikah bukanlah ajang menaikkan gengsi, bukanlah ajang perdagangan apalagi ajang pamer kemesraan. menurutku menikah bukan sekedar peristiwa hati, bagiku menikah adalah suatu peristiwa peradaban.  ini bukan sekedar tentang 2 insan yang saling menyukai dan bersepakat kemudian mengucap akad. tetapi bahkan ini merupakan suatu peristiwa peradaban yang mengubah demografi manusia.

menikah belumlah tentu menjamin seorang hamba setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan saudaranya. namun justru bisa jadi ketika hari penghisaban pertanggung jawaban seorang yang telah menikah akan lebih panjang dibanding yang belum menikah. yang pasti mereka akan dipertanyakan bagaimana tanggung jawabnya dalam pernikahan, bagaimana baktinya pada suami, bagaimana kewajibannya pada istri, bagaimana tanggung jawabnya sebagai orangtua dll yang tentu tidak ditanyakan pada seorang yang belum menikah hingga ia berpulang.

aku yakin dengan janji-NYA bahwa setiap hamba diciptakan berpasang-pasangan. sembari menanti waktu itu datang, ijinkanlah aku mengisi hari-hariku dengan akitivitasku belajar, mengajar, berbuat dan berkontribusi. dengan dukunganmu wahai saudariku, ku yakin hari-hari ini berlalu tanpa menjemukan. dengan aneka warna cinta dari keluarga, karib dan guru-guru mungilku, ku yakin hari-hariku menjadi lebih bermakna. dengan doa dari orangtua, saudara-saudara terkasih serta lingkungan tersayang, ku yakin doa itu lebih mustajab. terimakasih atas nasihatmu hari ini duhai kawan, setidaknya aku jadi teringat dan memikirkan hal itu.

untukku, untukmu dan untuk kita semua, baik yang belum maupun sudah menikah, mari kembali kita perbaiki niat menikah agar ianya menjadi sebab naiknya derajat seorang hamba di mata Rabbnya.agar ianya menjadi sebab keberkahan menaungi, sakinah mawaddah warahmah tercipta dan generasi Rabbani terlahir.


Minggu, 04 Mei 2014

spasi nan berjeda

Bismillahirohmanirrohiim...
Foto Outing SD 5 SAI Cipedak ke Ujung Kulon

Akan datang suatu massa kita harus mengerti perihal sekecil apapun itu. pun pada suatu partikel yang tak pernah kita bahasakan. Pula dengan kekosongan yang membuat kita terlupa akan maksud dan tujuan. Entah ada sikap abai atau sikap menghindar untuk sesuatu yang selalu ada dalam hidup. baik secra tersirat maupun tersurat untuk kita saling memahami.

Spasi ini kuperlukan agar bisa maknai setiap goresan hidup, agar bisa menghayati aksara yang terangkum lewat untaian rima-rima, agar ku tahu mana yang sejati mana yang semu, agar ku bisa bedakan mana yang tulus mana yang opurtunis

Jeda ini kubutuhkan untuk kembali mencharger ruhiyah, meningkatkan maknawi, mengembalikan niat agar ku bisa menghayati kembali untuk apa aku ada dalam dunia fana ini. Agar ku bisa wujudkan maksud Tuhanku menghadirkanku di atas planet biru hingga ku bisa menghadap Penciptaku dengan tersenyum tanpa beban

The first OTFA of SAI Cibinong

Bismillahirrohmanirrohiim

Dengan bekal semangat baja
ku bertekad tuk pergi OTFA
bersama guru, teman tercinta
di Sekolah Alam Indonesia

Berada di alam terbuka
belajar mandiri dan kerja sama
panorama indah mempesona
ciptaan yang Maha Kuasa

OTFA....Out Trekking Fun Adventure
membuat hidup lebih bermaknaaaaa
OTFA....Out Trekking Fun Adventure
Membentuk muslim kuat bertakwa
Mars OTFA

Mars OTFA bergema menandakan Stadium General OTFA resmi dibuka. Tahun ini adalah tahun pertama Sekolah Alam Indonesia Cabang Jawa Barat (Cibinong, Meruyung dan Studio Alam). tema  OTFA kali ini berkonsep jambore dengan konsep Harmony in diversity dan dilaksanakan pada tanggal 29-30 April bertempat Gunung Bunder, Bogor Jawa Barat.

OTFA merupakan kegiatan rutin terbesar dari sekolah alam indonesia. kegiatan ini bertujuan melatih siswa agar: mandiri, tangguh, terampil, berani, sigap, bertanggung jawab, bertoleransi, saling tolong, saling jaga dan belajar langsung di alam serta tafakur alam. 

tiga bulan waktu yang kami persiapkan untuk OTFA ini di tengah padatnya agenda sekolah, mulai dari pembentukkan panitia, konsolidasi, praOTFA bagi para siswa di Pasir putih, hingga konsolidasi akhir sebelum pemberangkatan. Total peserta yang ikut OTFA sebanyak 120 siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD di tambah 62 orang guru dan 6 orang siswa SMA SAI (SAI BLESS). kegiatan akbar tahunan yang menyita tak hanya waktu kami, tapi juga tenaga, pikiran dan tentulah dana yang sangat besar serta emosi yang terkadang salah tersalurkan ketika diskusi mulai mentok, otak mulai panas, sementara solusi belum terlihat. 

ada beberapa kepanitian pada acara ini, yaitu ketua, sekretaris, bendahara, konsumsi, perlengkapan, P3M (penanganan pertama pada Musibah), PAK (pendamping anak kelompok), dekdok, sie pemberangkatan dan penyambutan, transportasi, out bound, dan advance. dan pada kali ini aku bertugas sebagai sie konsumsi. owh...iya, aku meminta kakak ku untuk membantu dalam pendokumentasian OTFA kali ini.

sempat kaget juga kenapa di konsumsi hanya 3 orang untuk mengurusi makan dan snack 187 orang, padahal biasanya konsumsi itu minimal  terdiri dari 8norang. huft.... bismillah, jalani aja tantangan ini.  tanggal 29 - 30 maret aku dan tim survey lokasi sekaligus menentukan di manakah tenda-tenda kami akan berdiri, yang pati harus dekat sumber air. dan pada hari tersebut baru ku ketahui bahwa satu orang dari tim ku tidak akan ikut OTFA karena suatu alasan. reaksi pertama ku: wew.... panik abis denger kabar itu. untunglah bu Pipin (kepala sekolahku -SAI Cibinong-) bersedia tendem dikonsumsi. setidaknya aku lebih lega dengar kabar itu. sayangnya kelegaan itu tak berlangsung lama, karena satu bulan sebelum pemberangkatan, satu-satunya rekanku dalam tim tidak jadi berangkat karena beliau dinyatakan mengandung oleh dokter. lengkap sudah, aku hanya sendiri, mau nangis rasanya, khawatir ga kepegang. urusan makan adalah utama dan urgen. bagaimana aku harus mempersiapkan 4 kali makan besar dan 6 kali snack seorang diri,  bagaimana nanti kalau anak-anak dan panitia kelaparan, bagaimana kalau aku terlambat mempersiapkan makanan untuk 187 orang. akhirnya ku beranikan meminta tim tambahan pada ketua, alhamdulillah aku mendapat 2 orang  rekan dan bu pipin pun bersedia membantu, alhamdulillah.... urusan terkendali.

ada 36 kelompok siswa yang dibentuk. setiap kelompok terdiri dari 6- 10 AK (Anak Kelompok) dengan 1 atau 2 PAK. kelompok-kelompok tersebut diklasifikasikan berdasarkan nama-nama suku di Indonesia, dan setiap suku terdiri dari 2 kampung. ada suku Betawi yang terbagi menjadi kampung Marunda dan Tana Abnag, dan lain sebagainya.

tepat pagi hari 29 April OTFA resmi dibuka. pembukaan dilaksanakan di dua cabang berbeda. SAI Cibinong digabung dengan studio alam mengadakan seremonial pembukaan di SAI Studio Alam (Studal), sementara SAI Meruyung mengadakan seremonial di lokasi SAI Meruyung. suasana pagi di studal sudah sangat ramai dengan hiruk pikuknya. beberapa guru mondar-mandir membawa carier anak-anak dan panitia menuju tonton, menyusun dan menata semua perlengkapan hingga membagi-bagikan obat-obatan. OTFA resmi dibuka pukul 06.30 WIB oleh koordinator acara dan dilanjutkan dengan Tassmi dari dua orang siswa. Pak Wahyu selaku kepala sekolah SAI Studal memberi sambutan sekaligus melepas pemberangkatan. 4 tronton TNI berukuran besar adalah transportasi yang kami gunakan menuju lokasi.sekitar pukul 8 tronton berangkat menuju gunung bunder. 

Tasmi membuka Apel Pagi OT


sambutan kepala sekolah


menuju tronton

pelepasan bersama orang tua sebelum menaiki tronton


orang tua melepas pemberangkatan

orang tua melepas pemberangkatan

keadaan di tronton
orang tua mengikuti tronton hingga jalan utama
agar perjalanan tak membosankan kami bermain tebak-tebakan, bernyanyi lagu-lagu Sekolah Alam, story telling hingga muroja'ah hafalan, dan tak terasa pukul 11 kami sampai di lokasi. segera saja anak-anak dikondisikan untuk turun dari tronton dan membawa cerier masing-masing menuju camp. owh iya... tim Advance sudah berangkat satu hari sebelumnya, mereka membuat toilet, saluran air, tenda konsumsi, tenda P3M, tenda sebagai aula dan tempat solat serta tenda-tenda kelompok. setiap 2 kelompok mendapat jatah 3 tenda, dan tim advance hanya membuatkan 1 buah tenda, tentu saja sisanya harus anak-anak yang mendirikan dibantu oleh PAK nya masing-masing. setelah mendirikan tenda, kami makan siang, menjamak qoshor sholat zuhur dan Asar lalu dilanjutkan dengan pembukaan OTFA.
menuju lokasi tenda



mendirikan tenda

membantu teman


hari semakin mendung... dan tak lama kemudian hujan deras turun, namun anak-anak tetap ceria dan semangat. kegiatanpun dilanjutkan dengan orientasi medan yang dimulai pukul 14.00. jalan mendaki, menurun, melewati sungai, jurang ditambah hujan dan tanah yang becek lagi licin membuat perjalanan harus ekstra hati-hati dan memakan waktu yang lebih lama dari yang diagendakan. singkat cerita petualangan baru selesai menjelang magrib. kemudian kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih, ishoma, pentas seni, snack malam, api unggun dan tidur.



aku baru tidur sekitar jam 12 malam, dan harus bangun jam 1 dini hari untuk mempersiapkan perbekalan jelajah malam para penjaga pos dan tentunya para AK dan PAK. satu termos besar milo hangat, 1 termos besar dan 14 termos kecil teh hangat serta snack bagi penjaga pos telah siap. dan tepat pukul 2.30 para PAK membangunkan AK-nya. setelah peserta minum susu dan di hidungnya ditempeli salon pas, penjelajahanpun siap dimulai. kelompok pertama berangkat sekitar pukul 3 pagi, dilanjutkan dengan kelompok ke dua dan seteusnya. jeda pemberangkatan antar kelompok sekitar 10 menit. tak seperti OTFA biasanya, medan jelajah malam berbeda dengan jelajah sore. rute yang dilalui saat jelajah sore ternyata tertutup lumpur, semakin curam dan berbahaya bagi anak-anak. akhirnya tim out bound mencari dan membuka jalur baru semalam. 

perjalanan di tengah hutan pada dini hari bukanlah hal yang mudah, tanah yang licin, medan yang belum dikenal, udara dingin dan penerangan yang seadanya membuat para PAK lebih siap, sigap dan telaten dalam menjaga dan menyemangati AK-nya masing-masing serta dalam membaca sandi dan petunjuk. banyak kelompok yang nyasar berjamaah, beberapa PAK salah dalam membaca sandi, untunglah tim out bound segera menemukan mereka. kelompok pertama tiba kembali di tenda sekitar pukul 4.15 dan kelompok terakhir sekitar pukul 6. kelompok-kelompok yang ketika waktu sholat subuh masih dalam perjalanan, mereka segera melaksanakan sholat di medan tersebut. dengan berwudu dari mata air, sujud di atas batu-batu atau dedaunan yang gugur membuat sholat subuh kali ini terasa berbeda, istimewa.

setelah istirahat dan sarapan kegiatan pun dilanjutkan dengan out bound. ada beberapa instalasi out bound yang di pasang, seperti flaying fox, bamboo bridge, two line bridge, dsb lalu dilanjut treasure hunt, permainan kelereng, atraksi memanah dan perang air. meski lelah, anak-anak terlihat begitu ceria, dan bersemangat. 

tak terasa waktu zuhur telah tiba. anak-anak segera bersih-bersih, merapihkan tenda dan perlengkapan pribadi, dilanjutkan sholat jamak qoshor zuhur dan asar lalu makan siang. sementara kami panitia merapihkan semua perlengkapan, dan melipat tenda. OTFA resmi ditutup sekitar pukul 15.00 setelah penyerahan hadiah dari beberapa kriteria, dan kami pun kembali pulang menaiki tronton.

perjalanan pulang ternyata lebih lama karena macet, alhasil kami baru sampai studal ketika azan isya berkumandang.jepretan kamera, lantunan lagu Jiwa Pemberani yang diiringi tetabuhan  rebana dan pengalungan medali dari tim penyambutan dan para orang tua membuat anak-anak surprise dan terasa seperti pejuanng yang baru pulang berjihad. lelah dan rindu itu terbayar sudah. dalam pelukan orang tua mereka menuju lokasi makan malam sambil tak henti-hentinya bercerita.

semoga OTFA menajdikan hidup kita lebih bermakna dan berwarna dan membentuk diri menjadi muslim kuat bertakwa.