Sabtu, 24 September 2011

istimewa

Bismillaah....


***

Kadang, ada saat-saat dalam hidup, ketika kau merasa sangat menyesal. Menyesal, karena semua terlewati tanpa makna, tanpa kesan. Ada juga saat-saat dalam hidup ketika kau merasa bersalah, merasa sakit, merasa kurang, merasa apa yang telah terjadi tidak seperti yang kau harapkan. Ada pula saat-saat dalam hidup ketika kau harus sendiri, menunggu, dan saat itu, waktu akan terasa berjalan sangat lamban bagimu. Tapi ada juga saat-saat dalam hidup, ketika kau bisa tersenyum ceria, tertawa lepas, hati yang luas, bahagia, dan kau pun berharap saat itu dapat berlangsung lebih lama. Itulah hidup. Rutinitas dan peristiwa yang terus berulang-ulang, bagi sebagian orang, mungkin akan terasa amat membosankan.

Hari-hari yang kau lewati, waktu-waktu yang kau lalui, mungkin terkesan sama. Orang-orang yang kau jumpai, mungkin itu-itu saja. Kegiatan yang kau lakukan mungkin juga terasa biasa-biasa saja. Tapi tahukah, apa yang bisa membuatnya menjadi istimewa? Kau. Ya. Hanya kau yang bisa membuatnya menjadi istimewa. Kemampuan untuk menjadikannya istimewa, bagimu, juga bagi orang-orang di sekelilingmu. Mulailah merasakan keistimewaan itu dari dalam dirimu. Kau adalah istimewa. Orang-orang di sekitarmu adalah istimewa. Setiap kegiatanmu adalah istimewa. Semua istimewa. Walaupun orang lain memandangnya biasa, sangat sederhana. Tapi kau memiliki penglihatan yang istimewa. Pendengaranmu istimewa. Ucapanmu istimewa. Pikiranmu istimewa. Perasaanmu istimewa. Itulah, yang bisa membuat apapun di sekelilingmu menjadi begitu istimewa.

Kemampuan itu, kemampuan untuk menjadikan segalanya istimewa, hanya diberikan Alloh sang maha istimewa pada jiwa-jiwa yang istimewa. Hidup hanya sebentar, jadikanlah istimewa.

Ah, haruskah semua menjadi istimewa? Perlukah? Untuk apa?

Agar kau bisa berkata begini:

“Terima kasih ya Alloh, aku sudah cukup bahagia...”

Ya. Agar kau bisa bersyukur, bahwa kau telah bahagia...

Bukankah, bisa bersyukur dan merasa bahagia itu istimewa?

Kamis, 22 September 2011

sekilas tentang gula



Gula pasir, gula batu, dan gula merah adalah makanan yang manis dan disukai banyak orang. Walau pun sama-sama manis, tetapi ketiga jenis gula di atas dapat memberikan dampak yang berbeda untuk kesehatan tubuh dan organ pankreas kita. Gula merupakan zat karbohidrat yang merupakan makanan untuk elemen kedua, yaitu elemen Air. Organ tubuh pada elemen Air yang memproses gula menjadi energi adalah pankreas.

Ketika kita memakan makanan yang mengandung karbohidrat, karbohidrat akan diubah dahulu menjadi gula darah. Selanjutnya pankreas perlu menghasilkan insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi. Saya akan menggunakan Indeks Lelah Pankreas atau tubuh untuk mengukur dampaknya. Sebagai referensi, pankreas dan tubuh akan merasa lelah bila Indeks Lelah bernilai +3 atau lebih besar. Indeks Lelah ini diukur dengan menggunakan metoda Energi 5 Elemen.


Gula Pasir:

Gula pasir merupakan makanan yang paling sering digunakan dalam makanan dan minuman sehari-hari. Kopi dan teh rasanya pasti kurang nikmat tanpa gula. Demikian pula pada minuman ringan atau jus, pasti umumnya menggunakan gula pasir.

Tetapi ternyata gula pasir mempunyai dampak yang kurang baik bagi kesehatan pankreas dan tubuh. Gula pasir merupakan karbohidrat sederhana yang sulit dicerna dan diubah menjadi energi. Untuk mengubah gula pasir menjadi gula darah, tubuh hanya memerlukan waktu 3 menit. Tetapi untuk mengubah gula darah menjadi energi yang dapat disimpan dalam otot, pankreas memerlukan waktu kira-kira 140 menit. Selain itu, Indeks Lelah pankreas mencapai nilai +5. Nilai ini berlalu untuk 1/2 sendok gula atau 1 sendok gula. Dengan demikian, mengolah gula pasir menjadi energi merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan bagi pankreas. Pankreas yang normal hanya mampu mengubah 1/2 sendok makan gula pasir menjadi energi setiap hari. Berat 1/2 sendok makan gula pasir kira-kira 5 gram. Bila kita mengkonsumsi lebih dari 1/2 sendok gula, maka sisanya akan menjadi gula darah dan lemak tubuh. Akibatnya adalah orang menjadi bertambah gemuk, dan lama-kelamaan akan menderita diabetes. Dengan demikian, gula pasir merupakan makanan yang tidak sehat.


Gula Batu:

Bagi pankreas dan tubuh, gula batu mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula batu menjadi gula darah, membutuhkan waktu yang sama, yaitu 3 menit. Untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu 3 menit.

Indeks Lelah pankreas juga jauh lebih rendah, yaitu +0,0005! Ini berarti lebih rendah 10.000 x dari gula pasir! Pankreas hampir tidak merasa lelah mengkonversi gula batu menjadi energi. Ini berarti gula batu masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula batu merupakan makanan yang jauh lebih sehat dari gula pasir. Pankreas yang normal mampu mengkonversi 6 sendok makan gula batu menjadi energi setiap hari atau kira-kira 60 gram.


Gula Merah:

Gula merah juga mempunyai efek yang berbeda dengan gula pasir. Untuk mengkonversi gula merah menjadi gula darah di dalam tubuh, dibutuhkan waktu yang relatif sama, yaitu 3 menit. Selanjutnya, untuk mengubah gula darah menjadi energi, juga dibutuhkan waktu yang singkat, yaitu 3 menit juga.

Indeks Lelah pankreas dalam menghasilkan insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi +0,00005! Ternyata lebih rendah kira-kira 10 x dari gula batu! Ini berarti gula merah masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan demikian, gula merah termasuk dalam makanan sehat. Pankreas mampu mengkonversi 9 sendok makan gula merah menjadi energi setiap hari atau kira-kira 90 gram. Indeks Manfaat:

Dengan menggunakan metoda Energi 5 Elemen diperoleh Indeks Manfaat terhadap pankreas dari ketiga jenis gula di atas. Gula pasir menghasilkan nilai negatif, baik bagi tubuh maupun bagi pankreas, yang berarti merugikan bagi kesehatan. Gula batu dan gula merah memberikan hasil positif bagi tubuh dan pankreas, yang berarti bermanfaat bagi kesehatan.

* Gula pasir: Indeks Manfaat terhadap tubuh = -15, terhadap pankreas = -5. * Gula batu: Indeks Manfaat terhadap tubuh = +5, terhadap pankreas = +3. * Gula merah: Indeks Manfaat terhadap tubuh = +5, terhadap pankreas = +3.

Agar pankreas tidak kelelahan dan tetap sehat, sebaiknya kita lebih banyak mengkonsumsi gula merah dan gula batu yang masih merupakan karbohidrat kompleks yang sehat. Dengan mengkonsumsi banyak gula pasir yang merupakan karbohidrat sederhana yang tidak sehat, pankreas akan cepat lelah dan akibatnya akan sakit dan selanjutnya rusak. Selain itu juga akan menyebabkan kegemukan dan diabetes. Selain itu, sebaiknya jangan mengkonsumsi gula secara berlebihan, sekalipun gula merah maupun gula batu, karena pankreas juga mempunyai batas kemampuan untuk mengkonversi gula menjadi energi.

Oleh: Aleysius H. Gondosari

Sumber: http://www.5elemen.com/energi-5-elemen-gula-pasir-gula-batu-dan-gula-merah/comment-page-1#comment-3023
http://www.sehatsetiaphari.com/tag/gula-pasir

Senin, 01 Agustus 2011

kepompong Ramadhan

Pada sebuah pohon yang rindang, terdapatlah sekelompok ulat bulu yang sedang asyik melahap dedaunan. Lalu tiba-tiba mereka dikejutkan dengan datangnya se-ekor kupu-kupu yang begitu cantik dan menawan. Ulat-ulat itu terpesona, mengagumi keindahan kupu-kupu itu. Kupu-kupu itu begitu menarik di pandangan mereka dan menjadi pusat perhatian dari ulat-ulat yang terdecak kagum.
“hi, siapa engkau?? Engkau begitu indah dan menawan, tidak seperti kami menjijikan dan menyeramkan.” Ujar seekor ulat pada kupu-kupu
“tahukah kamu wahai sahabatku ulat..aku juga dulu seperti kalian, hanya se-ekor ulat yng menjijikan, tak ada manusia yang mau mendekati aku. Lalu dengan proses panjang aku merubah diriku menjadi seperti ini. Yah...sekarang aku adalah se ekor kupu-kupu yang dicintai semua makhluk karena keindahan ku.”
“jadi kamu dulu juga se-ekor ulat seperti kami?? Lalu bagaimana caranya agar kami bisa menjadi seperti kamu??”
“kalian harus puasa selama 30 hari, tidak makan dan tidak minum, tahan dengan segala ujian yang sudah di tentukan-Nya, kalau kalian bisa melakukan itu, insyallah kalian pun akan menjadi seperti aku yang dicintai manusia.”
Kupu-kupu itu lalu pergi dan hinggap pada pohon yang lain.
Beberapa ulat itu kemudian mengikuti saran dari kupu2 untuk berpuasa selama 30 hari. Tapi ada juga sedikit dari ulat itu yang tidak mau mengikuti apa yang disarankan kupu2. Menurut mereka terlalu berat jika harus berhenti makan dan minum selama 30 hari. Mereka pasrah dengan keadaanya sebagai ulat yang menjijikan.
Dalam perjalannya menjadi se ekor kupu-kupu, ada beberapa ulat yang tergoda rayuan temannya yang sedang asyik menikmati makan daun yang begitu nikmat.
“sudahlah, kalian jangan menyiksa diri kalian, makanan ini begitu nikmat”.
Beberapa ulat tergoda, dan menghentikan meditasi mereka. Namun sebagian masih tetap dalam pendiriannya, tetap berpuasa, karena mereka yakin akhir dari perjalanan ini adalah keindahan yang begitu menakjubkan. Mereka tetap konsisten, tetap sabar dan terus berjuang dalam sangkar yang bernama kepompong..
Sampai harinya tiba..tepat dihari ke 30 mereka keluar dari sangkarnya itu, lalu mengepakan sayap cantik, dengan corak warna warni yang begitu indah dan mempesona, mereka terbang...terbang bergembira..mereka tersenyum puas memandangi tubuhnya telah berubah total dari ulat yang menjijikan menjadi kupu2 yang indah nan jelita..mereka bersyukur saat terbang diatas danau bening yang memantulkan wujud mereka yang baru..mereka menjadi kupu-kupu yang jelita dan menawan..
Sementara teman2nya hanya menatap terpesona dan penuh penyesalan...
Kawan!!
Untuk menjadi pribadi yang dicintai oleh semua orang, menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya, menjadi seorang yang sholeh, menjadi pribadi yang selalu berkata benar dari yang sebelumnya pembohong, menjadi pembela agama Allah dari sebelumnya memusuhi agama Allah, tidak bisa dilakukan dengan instan lantas jadi seperti yang diinginkan! Semua itu butuh proses panjang dan harus menghadapi ujian demi ujian.
Ramadhan adalah satu sarana yang selalu Allah berikan kepada kita setiap tahunnya. Jika kita mampu memanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin kita akan menjadi kupu-kupu yang indah dan menawan. Di bulan ini kita dilatih dengan berbagai pelatihan yang sangat mendukung agar menjadi pribadi yang menawan, menjadi pribadi yang beruntung, bertaqwa, serta menjadi pribadi yang bersih baik dzahir maupun bathin. Kita berlatih untuk bersabar menahan nafsu dan amarah, kita dilatih untuk peduli dengan sesama, kita dilatih untuk menahan pandangan, pendengaran, kata dalam bicara, tindak dalam perbuatan, bisikan dalam hati, serta membersihkan keruh dalam fikiran. Kita dilatih untuk konsisten dalam amal, bersabar dalam sholat-sholat yang banyak dan panjang disetiap malam, kita pun dilatih untuk mencintai al-QurĂ¡n, juga yang tak kalah penting kita dilatih untuk mau memaafkan semua kesalahan semua orang.
Lulus dari proses metamorfosis ini kita akan menjadi pribadi yang baru. Kita seperti terlahir kembali laksana bayi yang baru lahir. Yang kehadirannya, ditunggu semua orang, yang kelahirannya disambut senyum bahagia semua orang, di peluk, dicium, di gendong, disayang dan di cinta semua orang. Laksana ulat yang berjuang agar menjadi lebih baik, ketika ia sukses menjalani semua ujian yang telah ditetapkan, ulat itu terlahir kembali menjadi kupu-kupu yang indah dan menawan.
Teringat kembali sebuah nasyid Ramadhan dari Izzatul Islam :
Bulan perjuangan tingkatkan iman
Pupuk pengorbanan suci
Bina kesungguhan bina keihklasan
Berbekal taqwa untuk...kehidupan...Ramadhan

Jadikan bulan suci cermin hati
Benahi hidup tuk Ilahi
Lepas belenggu dunia tuju ukhrowi
Sibak cakrawala imani
Luas membentang tak terhalang

Bulang suci cermin kan hati cerlang
Arungi hidup masa datang
Rahmat ampunan cahaya abadi
Raih kebebasan hakiki
Dari pedih ajab berkekalan

Kesabaran diraih penuh pengorbanan
Nafsu tunduk patuh terkendali
Keridhoan bukanlah suatu kemudahan
Capai gelaran kehormatan
Ambang Ar-royan di hadapan

Hindarkan kesiaan kata dan perbuatan
Tinggikan hari dengan kesibukan Robbani
Janganlah sampai keluar dengan tangan hampa
Tiada hasil kecuali lapar dahaga

Ingatkan diri sang junjungan di bulan rahmah
Tegakkan malam bertabur dzikir dan tilawah
Cerah hari bercahayakan
Indah menyinar ketaqwaan

Telah datang bulan keagungan
Bulan rahmah penuh keberkahan
Berlombalah merengkuh pahala
Raih malam sribu bulan..lailatul qodar..

Perbanyak yang di ridhoi Rabb mu
Syahadat istighfar selalu
Mintalah ridho-Nya Jannah tujuan mu
Mohon perlindungan dari neraka-Nya...
Ramadhan...Ramadhan...Ramadhan...

Semoga setiap jiwa kita kembali dengan sebenarnya fitrah. Menjadi pribadi yang semakin baik setelah menempuh ujian di kepompong Ramadhan...insya Allah..
by: Abu Rafah